Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Smartphone

10 Merek HP Asal Korea Utara yang Jarang Diketahui Dunia

82
×

10 Merek HP Asal Korea Utara yang Jarang Diketahui Dunia

Sebarkan artikel ini
10 merek hp korea utara

Ketika berbicara tentang industri teknologi Asia, nama-nama besar seperti Samsung, Xiaomi, atau Apple sering mendominasi pembicaraan. Namun, tak banyak yang tahu bahwa Korea Utara juga memiliki industri ponsel lokalnya sendiri lengkap dengan merek, desain, dan sistem operasi buatan dalam negeri.

Meskipun perangkat ini tidak dijual secara global, ponsel-ponsel tersebut beredar luas di pasar domestik Korea Utara dan menjadi bagian penting dari kehidupan warganya, terutama bagi mereka yang memiliki izin untuk menggunakan jaringan seluler nasional.

Berikut 10 merek HP asal Korea Utara yang jarang diketahui dunia, lengkap dengan penjelasan singkat tentang karakteristik dan sistem yang mereka gunakan.

1. Arirang

Arirang bisa dibilang merek ponsel paling populer di Korea Utara. Diluncurkan sekitar tahun 2013, seri Arirang AS1201 sering disebut-sebut oleh media pemerintah sebagai “simbol kemajuan teknologi lokal.”

Desainnya menyerupai ponsel Android kelas menengah dari era 2010-an, dengan layar sentuh penuh dan antarmuka yang mirip Android 4.4 KitKat. Namun, sistem operasi aslinya sudah dimodifikasi pemerintah, tanpa akses Google Play, dan hanya berisi aplikasi buatan lokal seperti browser, kamus, serta media nasional.

2. Pyongyang Touch

Seri Pyongyang Touch dikembangkan oleh pabrik ponsel “Mangyongdae Information Technology Corporation.” Nama ini mengacu pada ibu kota Korea Utara, Pyongyang.

Ponsel ini menonjol karena sudah mendukung layar sentuh kapasitif, fitur langka di negara tersebut pada awal 2010-an. Sistemnya menjalankan versi modifikasi Android dengan toko aplikasi lokal bernama “Kwangmyong Market.”

3. Jindallae (Azalea)

Jindallae, atau dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Azalea, diproduksi oleh perusahaan Jindallae Mobile Technology. Merek ini dikenal karena desainnya yang lebih modern dan memiliki versi ponsel untuk pelajar dan wanita.

Pemerintah Korea Utara bahkan sempat mempromosikan Jindallae sebagai “ponsel buatan perempuan Korea Utara untuk rakyat Korea Utara.” Selain fitur telepon dan SMS, ponsel ini menyediakan aplikasi pendidikan, kamus bahasa Inggris, serta modul belajar matematika.

4. Samtaesong

Samtaesong dikenal sebagai salah satu merek ponsel tertua di Korea Utara. Produk-produknya sering ditemukan di pasar lokal dan diimpor dari Tiongkok, lalu dimodifikasi dengan logo serta sistem keamanan pemerintah.

Sistemnya memiliki fitur pembatas komunikasi, yang mencegah pengguna mengakses situs asing atau berkomunikasi dengan nomor di luar jaringan domestik Koryolink.

5. Ryonghung iPad (Tablet, tapi Setara HP)

Meski bukan murni ponsel, Ryonghung iPad menjadi salah satu perangkat elektronik populer di kalangan elite Korea Utara. Tablet ini dikembangkan oleh Myohyang IT Company dan memiliki fungsi yang serupa dengan smartphone: bisa membuka dokumen, menonton video, serta terhubung ke intranet nasional Kwangmyong.

Dalam laporan BBC, perangkat ini diklaim “sepenuhnya buatan Korea Utara,” meskipun komponen utamanya diduga berasal dari Tiongkok.

6. Jindallae 3

Generasi ketiga dari seri Jindallae ini merupakan ponsel paling mendekati smartphone modern di negara tersebut. Mengusung layar besar, kamera ganda, serta pemindai sidik jari, ponsel ini menjadi simbol kemajuan industri dalam negeri.

Sistem operasinya masih berbasis Android, tetapi seluruh layanan daring diarahkan ke server internal nasional, bukan internet global.

7. Blue Sky

Blue Sky adalah merek yang lebih baru dan sempat diluncurkan pada pertengahan 2020-an. Menariknya, ponsel ini dikabarkan memiliki fitur dual SIM, sesuatu yang langka di pasar lokal.

Pemerintah menggunakan Blue Sky untuk keperluan resmi, seperti registrasi pelajar atau penggunaan di universitas teknik.

8. Phurun Hanul

Nama “Phurun Hanul” berarti Langit Biru dalam bahasa Korea. Merek ini dikembangkan oleh lembaga riset Pyongyang Informatics Center dan dikenal karena memiliki antarmuka khas nasionalis, lengkap dengan lagu-lagu patriotik yang bisa diputar langsung dari menu utama.

Ponsel ini juga dilengkapi dengan fitur kamera AI sederhana untuk mempercantik wajah, meski kemampuan AI-nya masih terbatas dibandingkan ponsel global.

9. Morning Star (Kumsong)

Morning Star atau “Kumsong” adalah merek ponsel hasil kolaborasi antara perusahaan dalam negeri dan mitra dari Tiongkok. Model ini cukup banyak beredar di pasar lokal karena harganya lebih terjangkau dibandingkan seri Arirang atau Jindallae.

Fitur-fiturnya sederhana seperti panggilan, SMS, musik, dan kamera, tetapi tampilannya cukup modern dengan layar berwarna penuh.

10. Future Pad & Future Phone

Seri “Future” adalah proyek ponsel dan tablet lokal yang berfokus pada edukasi dan literasi digital. Future Pad digunakan di sekolah, sementara Future Phone dipasarkan untuk kalangan pekerja muda.

Sistem operasi dan aplikasinya dikembangkan oleh universitas sains di Pyongyang dan sepenuhnya terhubung ke jaringan Kwangmyong, yang merupakan intranet nasional tanpa akses global.

Sistem Operasi dan Jaringan Lokal

Semua ponsel Korea Utara menggunakan sistem operasi yang berbasis Android tetapi dimodifikasi total. Tidak ada Google Play Store, Gmail, atau akses ke layanan global seperti YouTube.

Sebaliknya, mereka memakai intranet nasional bernama “Kwangmyong”, yang berisi situs berita, kamus daring, ensiklopedia lokal, dan portal pendidikan.Koneksi ke internet global hanya tersedia untuk kalangan tertentu seperti peneliti atau diplomat.

Tujuan: Kemandirian Teknologi

Korea Utara mengembangkan industri ponsel lokal bukan hanya untuk inovasi, tetapi juga demi kemandirian teknologi dan keamanan informasi nasional. Seluruh ponsel wajib melewati proses registrasi IMEI ke pemerintah dan terhubung dengan jaringan seluler Koryolink atau Byol, dua operator resmi di negara tersebut.

Pemerintah menyebut langkah ini sebagai bentuk “perlindungan rakyat dari pengaruh ideologi luar,” meski banyak pengamat menilai sebagai bentuk kontrol digital yang ketat.

Kesimpulan

Meski tidak dikenal di pasar internasional, Korea Utara ternyata memiliki ekosistem ponsel sendiri yang cukup aktif dan beragam. Dari Arirang hingga Jindallae, semua merek dirancang untuk memenuhi kebutuhan komunikasi internal di bawah sistem tertutup negara.

Keterbatasan akses internet global memang membatasi fungsi perangkat ini, tetapi dari sisi kemandirian dan produksi dalam negeri, Korea Utara berhasil menunjukkan bahwa mereka mampu menciptakan teknologi versi mereka sendiri.

Dengan pengawasan penuh pemerintah, industri ponsel Korea Utara bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga simbol kontrol dan kedaulatan digital negara tersebut.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *