Worldsbeyondnft.com – Perusahaan AI rintisan asal San Francisco, Perplexity AI, membuat gebrakan besar dengan mengajukan tawaran US$34,5 miliar tunai untuk membeli browser Google Chrome. Tawaran ini mencengangkan karena jumlahnya jauh melebihi valuasi Perplexity sendiri, yang diperkirakan “hanya” sekitar US$18 miliar per pertengahan 2025. Berita ini dilaporkan hari ini, tepat ketika pemerintah AS sedang mempertimbangkan divestasi Chrome sebagai bagian dari upaya membatasi monopoli Google terhadap pasar pencarian online.
Daftar Isi:
Alasan di Balik Tawaran: Antisipasi Putusan Antitrust dan Ambisi Strategis
Tawaran ini tak muncul begitu saja. Saat ini, Google tengah menghadapi tekanan hukum serius, pengadilan federal AS bahkan menyatakan bahwa Chrome memperkuat monopoli Google dalam layanan pencarian. Menurut laporan The Wall Street Journal, Perplexity melihat akuisisi ini sebagai peluang untuk menempatkan Chrome di tangan operator independen yang kompeten sekaligus mungkin menjadi satu-satunya solusi antitrust yang layak.
Perlindungan Browser dan Komitmen Jangka Panjang Perplexity
Dalam proposal resminya kepada CEO Alphabet, Sundar Pichai, Perplexity menyampaikan beberapa poin penting:
- Menjamin kelanjutan proyek open-source Chromium, basis teknis Chrome,
- Menjaga Google sebagai mesin pencari default, tapi dengan kontrol penuh di tangan pengguna,
- Menyiapkan investasi sebesar US$3 miliar dalam 2 tahun untuk meningkatkan performa, keamanan, dan layanan pelanggan,
- Menjamin retensi staf kunci dan dukungan pengguna selama minimal 100 bulan pasca-akuisisi.
Reaksi Pasar & Skeptisisme Analis
RBC Capital menyebut tawaran Perplexity sebagai langkah menyita perhatian, tapi meragukan dampaknya terhadap keputusan hukum. Beberapa analis lain memprediksi Google akan berperang hukum panjang demi mempertahankan Chrome, yang masih menjadi gerbang digital utama dengan pengguna melebihi 3 miliar. Meski begitu, berita akuisisi justru turut meningkatkan saham Alphabet sekitar 1–1,6%, mencerminkan kepercayaan investor soal nilai aset ini.
Kesimpulan
Tawaran Perplexity untuk membeli Google Chrome adalah langkah strategis luar biasa di tengah pergulatan hukum antitrust terhadap Google. Meski mungkin tidak realistis secara bisnis, niat tersebut mencerminkan ambisi besar startup AI dalam mengontrol akses internet global dan memperkuat posisi di persaingan AI dan browser. Ke depan, keputusan pengadilan terhadap Google akan sangat menentukan arah industri teknologi dunia. Tanpa Chrome, peta persaingan bisa sepenuhnya berubah.















